Sepatu

Anak kecil tak bersepatu
Berkeliling bukan cari ilmu

Anak kecil tak bersepatu
Bernyanyi tak tentu, belum mengerti lagu

Anak kecil tak bersepatu
Mengais rezeki, katanya disuruh ibu
Tapi bukan buat baju baru

Melintas jalan, dari mobil ke motor
Didandani kotor, agar iba menggelontor

Berlari melintas tak lihat kanan kiri
Sekedar bermain, tak hirau mobil menghampiri

Anak kecil tak bersepatu
Lem di tangan kanan, recehan penuh di saku
Terlindas mobil, yang melihat hanya terharu

Anak kecil tak bersepatu
Melintas ke langit, nasibnya sendiri pun tak tahu
Esoknya tak ada surat kabar barang satu
Menulis kabar berita tentangmu

Seperti lahirnya, mati pun menguap seperti abu
Hanya ibu menunggu, bertanya hari ini dimana jatahku

Anak kecil tak bersepatu
Ada aku yang mengenangmu
Bertanya pada Tuhan, kapan waktuku…

Tunggu aku di pintu surga
Nanti kita bermain bersama
Itupun … kalau aku sampai kesana

Malam tadi, kukenang kau sayup bertanya,
Kak, benarkah surga itu ada?

~ oleh aristodiga pada Agustus 29, 2007.

3 Tanggapan to “Sepatu”

  1. puisi yg bagus dan mengharukan. Btw, ini kisah nyata bukan Wan?

  2. seeeeeeeeeeepppppppppppp

  3. hiks hiks..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.